Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru…
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku…
Semua Baktimu akan kuukir didalam hatiku…

Kalimat diatas bukan hal yang asing bagi kita. Penggalan kalimat itu merupakan bagian lirik dari  Hymne Guru.  Guru merupakan profesi pekerjaan yang sangat mulia, kerap kali disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Mengapa? Karena guru bukan hanya sebuah profesi namun juga bentuk dari pengabdian untuk negeri. Secara garis besar guru merupakan sosok yang berperan penting dalam mencetak generasi muda. Hal ini karena guru berperan sebagai pendidik baik di lembaga formal dan non- formal kepada generasi muda. Peran guru sebagai pendidik menjadi salah satu bentuk pengabdian dan bakti yang tidak boleh kita lupakan. Menjadi seorang guru bukan hal yang mudah karena guru wajib memiliki kompetensi yakni: kompetensi pedagogiki, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Lalu apakah itu semua menjadi patokan standar untuk menjadi guru ideal?

Guru ideal  atau  guru teladan bukan hanya dinilai dari penguasaan empat kompetensi yang telah disebutkan diatas. Penguasaan kompetensi pedagogik memang penting untuk bekal guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dikelas, kompetensi kepribadian menjadi aspek yang juga penting hal ini mengambil penggalan arti guru dalam bahasa jawa “digugu lan ditiru”  yang artinya dicontoh kemudian dilakukan sehingga penting untuk menjadi guru memiliki kepribadian yang bisa memberikan tauladan kepada siswa. Selanjutnya kompetensi professional yang menuntut guru untuk dapat bertindak dan menempatkan dirinya disituasi dan kondisi secara arif dan bijaksana diimbangi dengan kompetensi sosial bahwa guru juga haru pandai dalam membawakan diri dilingkungan sosial baik lingkungan sekolah maupun bukan. Namun sayangnya hal itu bukan menjadi satndar tetap dalam menjadi guru ideal. Hal ini karena kata ideal merujuk dengan perspektif, yang artinya semua guru dapat menjadi ideal dengan versinya masing-masing. Walaupun begitu menjadi guru yang ideal paling penting memiliki sikap adaptif, kreatif dan inovatif.

Sikap adaptif, kreatif dan inovatif menjadi salah satu yang harus dimiliki dan ditanamkan oleh guru apalagi di era yang semakin modern. Adanya Covid-19 menjadi salah contoh tantangan guru untuk bisa beradaptasi dan menggunakan ide-idenya dalam menyusun materi dan merancang kegiatan pembelajaran yang terbatas apalagi setelah adanya minim kontak. Walaupun demikian hal ini tidak menjadi penghalang juga untuk menarik perhatian siswa agar semangat belajar dikala pandemic yang berlangsung sudah hampir setahun.  Dengan ide-ide yang dibangun oleh Bapak/Ibu guru di SMP Negeri 1 Purworejo menjadikan suasana pembelajaran dikelas dengan kontak terbatas menjadi tidak mudah bosan. Bahkan beberapa siswa mampu menembus kejuaraan olimpiade tingkat kabupaten. Hal ini juga menjadi peluang untuk guru agar terus mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang kemudian bisa menjadi guru untuk berprestasi diajang kompetisi guru dan siswa. Walaupun begitu menjadi guru juga memiliki batas waktu secara formal untuk mengajar disekolah. Banyak dari beberapa Bapak/Ibu Guru di SMP Negeri 1 Purworejo yang saat ini sudah purnatugas.

Pada tahun ini SMP Negeri 1 Purworejo harus kehilangan Bapak/Ibu guru yang menjadi teladan dan sosok guru bepretasi. Adapun guru yang purnatugas yakni; Ibu Dra. Dyah Titi Harmoni, Ibu Ning Suprapti, S.Pd., Ibu Arni Hendriyati, S.Pd., Bapak Tumikat, S.Pd., dan Ibu Adiningsih W, S.Pd. Kelima Bapak/Ibu guru tersebut telah purnatugas, walaupun demikian jasa dan pengabdian mereka tidak akan dilupakan oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Purworejo. Adapun kesan dan pesan Bapak/Ibu guru yang telah purnatugas selama mengabdi di SMP Negeri 1 Purworejo, berterima kasih sebesar-besarnya untuk SMP N 1 Purworejo yang telah menjadi tempat mengabdi hingga akhir tugas dan berpesan untuk terus menjadi sekolah yang maju dan berkembang serta mencetak generasi yang ungul, beradab dan mampu menjadi generasi pemimpin bangsa di masa depan. Tak lupa harapan agar pandemi Covid-19 agar segera berakhir dan dapat menikmati prose belajar dan mengajar secara normal kembali.

#

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.